Tampilkan postingan dengan label telkomsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label telkomsel. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 Mei 2021
Sabtu, 08 Mei 2021
Jumat, 04 Desember 2020
Minggu, 27 September 2020
Sabtu, 12 April 2014
Sepi Tanpa Internet
SEPI TANPA INTERNET
Di era informasi ini, internet menjadi sesuatu yang “dibutuhkan” dalam menjalin informasi itu sendiri. Baik dalam pergaulan sehari-hari sampai pada tingkat bisnis. Nah apa jadinya bila koneksi internet itu terputus?
Ya, jawaban setiap orang pastinya berbeda. Untuk saya sendiri, aduh…mana tahan bila tidak ada jaringan internet. Saat ini, saya suka bermain game online berbasis web browser, yaitu game bertema perang. Yang setiap saat harus mengecek akun di game tersebut untuk mengembangkan kerajaan dan juga mengatur strategi perang bersama teman-teman 1 aliansi, yang biasanya bisa melalui chatting melalui media sosial maupun aplikasi chatting. Dan tak kalah mengkhawatirkan adalah bila kita mendapat serangan dari pihak pemain lain. Selain game online, yang tidak ketinggalan adalah mengakses media sosial, ya sekedar mengupdate status maupun berinteraksi dengan teman-teman di media sosial. Satu lagi yang penting adalah menjalankan bisnis online. Suatu “keharusan” untuk mengecek tiap harinya, agar keuntungan bias kita dapat setiap harinya. Nah kalau sehari saja tidak ada koneksi internet, bakalan perkembangan kerajaan saya di game online bakar berjalan lambat atau bahkan jalan di tempat dan juga tidak bias menangkis bila ada serangan dari pihak pemain lain karena kita tidak mengetahuinya. Dan dalam urusan bisnis online, maka keuntungan yang kita dapat akan lebih sedikit. Internet…. Aku memang butuh kamu.
Untuk mengakses internet via laptop di rumah, saya memakai modem tentu harus mengambil paket internet dong, biar murah. Paket internet dari Telkomsel yaitu Telkomsel Flash bisa kita akses short number *363# ataupun juga bisa melalui portal http://mobi.telkomsel.com. Nah kalau sedang di luar (bepergian), handphone merupakan andalan utama dalam berselancar internet.
Dengan internet, semua menjadi mudah, serba cepat dan instan. Baik dalam mencari suatu informasi maupun dalam menjalankan suatu pekerjaan tertentu. Dengan teknologi perangkat laptop, tablet, dan khususnya handphone yang semakin canggih, internet pun serasa dalam genggaman.
Mari kita manfaatkan internet seluas-luasnya demi kemajuan kita bersama. Mari kita berantas BUNET (buta internet). Apakah BUNET itu? BUNET adalah sebutan bagi pelanggan Telkomsel yang hanya menggunakan nomornya untuk menelepon dan SMS, tapi belum pernah mengaktifkan paket internet. Paket Data Spesial BUNET akan membantu mereka merasakan manfaat internet. Sehingga tanpa mereka sadari, internet membawa kebahagiaan tersendiri bila dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dalam hal positif. Itu adalah salah satu hal penting dalam usaha kita mengajarkan/ menyebarluaskan internet pada masyarakat luas.
Bagaimana caranya? Caranya adalah kita menjadi agen internet. Bagaimana caranya menjadi agen internet? Mudah sekali, berikut langkah-langkahnya :
1. Kunjungi www.telkomsel.com/genggaminternet dan klik menu "Pendaftaran Agen"
2. Masukkan kode verifikasi yang muncul, lalu klik “submit”.
3. Setelah ada pesan seperti ini di layar, tunggu beberapa saat untuk sms konfirmasi pendaftaran.
4. Registrasi sudah selesai. Selamat Bergabung!
Keterangan selengkapnya bisa diakses di http://telkomsel.com/genggam-internet
Serta ikuti lombanya di http://internet.telkomsel.com/seharitanpainternet/
Rabu, 28 Agustus 2013
NEKAD TIDAK NEKAD TETAP HARUS PULANG
Halo blogger, kali ini aku mau cerita sedikit pengalaman sekaligus aku gunakan untuk mengikuti sebuah kompetisi ngeblog yang diadakan Telkomsel. Cek kuis/ kompetisinya di telkomsel.com/nekadtraveler dan lihat pula video nekad nya di tsel.me/TVCNekadTraveler.
Kejadian ini aku alami sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu saat saya masih kuliah semester 5 (kalau tidak salah, karena saya lupa betul kapan tepatnya kejadian ini) di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang, Jawa Tengah tepatnya UNNES (Universitas Negeri Semarang).
Aku dan 2 orang temanku Lukman dan Rahman pagi-pagi sekali berangkat dari kost-kostan kami di
Semarang. Kami akan ke Yogyakarta tepatnya ke sebuah universitas negeri di sana tepatnya UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Kami bertujuan untuk mengantar sertifikat seminar nasional. Lukman sebagai panitianya dan kami berdua, aku dan Rahman hanya ikut saja karena diajak olehnya dan juga kami beda fakultas.
Kami dari kost ke Uangaran menggunakan angkot dan dari Ungaran ke Yogyakarta pakai bus. Setelah berjam-jam perjalanan akhirnya kami sampai juga ke kost-kostan kenalannya Lukman. Sebelumnya Lukman memang sudah menghubunginya. Kami pun main sebentar ke kost-kostannya itu karena kami juga tidak enak lama-lama di kost-kostan cewek…hehehehe…
Kami pun diantar teman cewek dari Lukman itu ke masjid seperti halnya @pergijauh di Pangandaran saat ngejalanin NEKAD TRAVELER nya bersama @nilatanzil untuk melepas lelah dan bermalam di sana (di masjid – red). Tak lupa kami meminta izin dan menyerahkan data pribadi kami seperti KTP untuk jaminan kepada takmir masjid.
Keesokan paginya setelah bangun tidur, kami tak lupa membereskan perlengkapan yang kami bawa dan tentunya……melaksanakan shalat Subuh…..hmmmm wajib. Sehabis shalat Subuh, kami meminta KTP kami ke takmir masjid dan tak lupa mengucapkan terima kasih banyak. Kami pun melanjutkan melepas rasa letih sehabis perjalanan dari Semarang dengan bersantai di halaman luar masjid… (masak mau di dalam masjid terus….nanti-nati bisa dimarahin sama takmir masjid… peace).
Kami pun kembali ke kost-kostannya teman cewek dari Lukman itu untuk numpang mandi…hehehehe mumpung kost-kostan lagi sepi karena banyak yang pulang kampung. Tak lupa juga kami meminta izin kepada pemilik kost. Sehabis mandi, kami berempat menuju salah satu fakultas yang ada di sana untuk menyerahkan sertifikat tersebut. Kami pun berbincang-bincang sebentar dengan beberapa orang di sana, tak lupa juga untuk berkeliling melihat isi kampus.
Waktu berlalu, kami pun langsung berencana pulang. Dan singkat cerita kami sudah naik bus jurusan Semarang. Di Magelang, Rahman pamit pulang (ya iya sekalian pulang kampong). Tinggal kami berdua, aku dan Lukman. Karena capek atau apa aku tertidur. Sampai di Ungaran, Lukman membangunkanku untuk turun dari bus. Lukman turun duluan, namun aku tersentak, dompet saya hilang. Saya pun kelabakan mencari dan mengamati orang-orang sekitarku. Coba-coba menebak dalam hati siapa yang mencurinya. Saking paniknya, akhirnya bus pun jalan. DI Ungaran ini aku berpisah dengan Lukman. Aku berusaha terus mencari dan mencoba bertanya ke bebeapa orang di sampingku. Saya sempat berfikir, apa mereka bekerja berkelompok dan pura-pura tidak tahu?
Aku pun pasrah dan mencoba tegar. Namun ada yang berbaik hati memberiku uang untuk aku modal pulang ke kost-kosan. Sampai di PLN Semarang (aku kupa itu PLN daerah mana karena aku plonglupa jalanan di Semarang), aku turun untuk beralih ke angkot jurusan UNNES. Beberapa menit kemudian aku pun sampai di kost-kosan dan di sana sudah ada Lukman yang menanti, haha lebay…
Hahaha… kami pun mengobrol masalah yang aku hadapi barusan. Untuk keperluan makan dan lain-lain terntunya dengan terpaksa meminjam teman-teman kost. Aku pun langsung menghubungi call center BNI untuk memblokir kartu ATM ku, walau memang isinya tidak seberapa hehehe… Keesokan harinya, aku langsung ke kantor BNI cabang pembantu UNNES untuk mengurus ATM. Nah syarat yang harus disertakan untuk mengurus ATM yang baru adalah surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Ya pulang lagi deh ke kost. Dan keesokannya lagi, aku langsung bergegas ke Polsek Gunungpati dengan naik angkot. Sampai di pasar Gunungpati dan sekaligus pemberhentian terakhir angkot, akhirnya aku dan penumpang lain turun. Setelah turun, aku pun bertanya letak Polsek Gunngpati. Setelah bertanya, akhirnya aku pun nekad jalan kaki walau belum mengetahui jarak pastinya dan memang ada angkot yang 1 jurusan ke arah polsek.
Setibanya di Polsek Gunungpati,aku beristirahat sebentar di halaman depan polsek. Akupun segera membuat laporan kehilangan. Dengan muka agak garang, polisi yang berjaga bertanya mengapa kok aku tidak membuat laporang kehilangan di polsek/polres tempat kejadian perkara? Ya aku mau jawab apa kan hilang dicurinya di atas bus sedangkan bus terus melaju hehehehe… Tak lama kemudian laporan pun jadi, aku pun berterima kasih kepada polisi-polisi yang lagi bertugas di sana. Aku langsung balik ke pasar Gunungpati dengan berjalan kaki lagi….adeeeuh capeknya……
Setiba di pasar aku sempatkan beli es teh manis sambil menunggu keberangkatan angkot yang menuju ke UNNES. Singkat cerita setelah sampai di UNNES, aku langsung menuju ke kantor BNI untuk menyerahkan surat keterangan kehilangan beserta syarat-syarat lainnya seperti pas foto, foto copy kartu mahasiswa, dan foto copy buku tabungan. Beberapa hari kemudian, ATM ku yang baru pun jadi dan pada saat waktunya untuk pulang ke rumah, aku pun juga menceritakan hal ini ke anggota keluargaku yang lain. Mereka pun berusaha tabah atas berita ini, karena buat kami, uang sekecil apapun sangat berarti bagi kami, bagi kehidupan kami.
Cukup sekian kisak ini aku tulis. Yah, ini merupakan pelajaran berharga buatku, keluargaku,teman-teman, dan blogger tentunya untuk selalu berhati-hati menjaga barang bawaan ketika naik kendaraan umum.
Waspadalah…. Waspadalah…. Kejahatan bias muncul karena adanya kesempatan. Begitulah kira-kira pesan dari Bang Napi dari salah satu acara di televisi, maaf kalau tidak sama persis.
Kejadian ini aku alami sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu saat saya masih kuliah semester 5 (kalau tidak salah, karena saya lupa betul kapan tepatnya kejadian ini) di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang, Jawa Tengah tepatnya UNNES (Universitas Negeri Semarang).
Aku dan 2 orang temanku Lukman dan Rahman pagi-pagi sekali berangkat dari kost-kostan kami di
Semarang. Kami akan ke Yogyakarta tepatnya ke sebuah universitas negeri di sana tepatnya UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Kami bertujuan untuk mengantar sertifikat seminar nasional. Lukman sebagai panitianya dan kami berdua, aku dan Rahman hanya ikut saja karena diajak olehnya dan juga kami beda fakultas.
Kami dari kost ke Uangaran menggunakan angkot dan dari Ungaran ke Yogyakarta pakai bus. Setelah berjam-jam perjalanan akhirnya kami sampai juga ke kost-kostan kenalannya Lukman. Sebelumnya Lukman memang sudah menghubunginya. Kami pun main sebentar ke kost-kostannya itu karena kami juga tidak enak lama-lama di kost-kostan cewek…hehehehe…
Kami pun diantar teman cewek dari Lukman itu ke masjid seperti halnya @pergijauh di Pangandaran saat ngejalanin NEKAD TRAVELER nya bersama @nilatanzil untuk melepas lelah dan bermalam di sana (di masjid – red). Tak lupa kami meminta izin dan menyerahkan data pribadi kami seperti KTP untuk jaminan kepada takmir masjid.
Keesokan paginya setelah bangun tidur, kami tak lupa membereskan perlengkapan yang kami bawa dan tentunya……melaksanakan shalat Subuh…..hmmmm wajib. Sehabis shalat Subuh, kami meminta KTP kami ke takmir masjid dan tak lupa mengucapkan terima kasih banyak. Kami pun melanjutkan melepas rasa letih sehabis perjalanan dari Semarang dengan bersantai di halaman luar masjid… (masak mau di dalam masjid terus….nanti-nati bisa dimarahin sama takmir masjid… peace).
Kami pun kembali ke kost-kostannya teman cewek dari Lukman itu untuk numpang mandi…hehehehe mumpung kost-kostan lagi sepi karena banyak yang pulang kampung. Tak lupa juga kami meminta izin kepada pemilik kost. Sehabis mandi, kami berempat menuju salah satu fakultas yang ada di sana untuk menyerahkan sertifikat tersebut. Kami pun berbincang-bincang sebentar dengan beberapa orang di sana, tak lupa juga untuk berkeliling melihat isi kampus.
Waktu berlalu, kami pun langsung berencana pulang. Dan singkat cerita kami sudah naik bus jurusan Semarang. Di Magelang, Rahman pamit pulang (ya iya sekalian pulang kampong). Tinggal kami berdua, aku dan Lukman. Karena capek atau apa aku tertidur. Sampai di Ungaran, Lukman membangunkanku untuk turun dari bus. Lukman turun duluan, namun aku tersentak, dompet saya hilang. Saya pun kelabakan mencari dan mengamati orang-orang sekitarku. Coba-coba menebak dalam hati siapa yang mencurinya. Saking paniknya, akhirnya bus pun jalan. DI Ungaran ini aku berpisah dengan Lukman. Aku berusaha terus mencari dan mencoba bertanya ke bebeapa orang di sampingku. Saya sempat berfikir, apa mereka bekerja berkelompok dan pura-pura tidak tahu?
Aku pun pasrah dan mencoba tegar. Namun ada yang berbaik hati memberiku uang untuk aku modal pulang ke kost-kosan. Sampai di PLN Semarang (aku kupa itu PLN daerah mana karena aku plonglupa jalanan di Semarang), aku turun untuk beralih ke angkot jurusan UNNES. Beberapa menit kemudian aku pun sampai di kost-kosan dan di sana sudah ada Lukman yang menanti, haha lebay…
Hahaha… kami pun mengobrol masalah yang aku hadapi barusan. Untuk keperluan makan dan lain-lain terntunya dengan terpaksa meminjam teman-teman kost. Aku pun langsung menghubungi call center BNI untuk memblokir kartu ATM ku, walau memang isinya tidak seberapa hehehe… Keesokan harinya, aku langsung ke kantor BNI cabang pembantu UNNES untuk mengurus ATM. Nah syarat yang harus disertakan untuk mengurus ATM yang baru adalah surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Ya pulang lagi deh ke kost. Dan keesokannya lagi, aku langsung bergegas ke Polsek Gunungpati dengan naik angkot. Sampai di pasar Gunungpati dan sekaligus pemberhentian terakhir angkot, akhirnya aku dan penumpang lain turun. Setelah turun, aku pun bertanya letak Polsek Gunngpati. Setelah bertanya, akhirnya aku pun nekad jalan kaki walau belum mengetahui jarak pastinya dan memang ada angkot yang 1 jurusan ke arah polsek.
Setibanya di Polsek Gunungpati,aku beristirahat sebentar di halaman depan polsek. Akupun segera membuat laporan kehilangan. Dengan muka agak garang, polisi yang berjaga bertanya mengapa kok aku tidak membuat laporang kehilangan di polsek/polres tempat kejadian perkara? Ya aku mau jawab apa kan hilang dicurinya di atas bus sedangkan bus terus melaju hehehehe… Tak lama kemudian laporan pun jadi, aku pun berterima kasih kepada polisi-polisi yang lagi bertugas di sana. Aku langsung balik ke pasar Gunungpati dengan berjalan kaki lagi….adeeeuh capeknya……
Setiba di pasar aku sempatkan beli es teh manis sambil menunggu keberangkatan angkot yang menuju ke UNNES. Singkat cerita setelah sampai di UNNES, aku langsung menuju ke kantor BNI untuk menyerahkan surat keterangan kehilangan beserta syarat-syarat lainnya seperti pas foto, foto copy kartu mahasiswa, dan foto copy buku tabungan. Beberapa hari kemudian, ATM ku yang baru pun jadi dan pada saat waktunya untuk pulang ke rumah, aku pun juga menceritakan hal ini ke anggota keluargaku yang lain. Mereka pun berusaha tabah atas berita ini, karena buat kami, uang sekecil apapun sangat berarti bagi kami, bagi kehidupan kami.
Cukup sekian kisak ini aku tulis. Yah, ini merupakan pelajaran berharga buatku, keluargaku,teman-teman, dan blogger tentunya untuk selalu berhati-hati menjaga barang bawaan ketika naik kendaraan umum.
Waspadalah…. Waspadalah…. Kejahatan bias muncul karena adanya kesempatan. Begitulah kira-kira pesan dari Bang Napi dari salah satu acara di televisi, maaf kalau tidak sama persis.
Selasa, 25 September 2012
MyPulau Mau Ditutup
Setelah mendengar kabar tentang pailit yang dialami perusahaan telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia yaitu Telkomsel wah langsung berpikir ada apa gerangan. Setelah mencari info di internet karena memang tidak mengikuti berita di televisi, oh ternyata tentang Rp 53 miliar itu tho…..Ya biarlah apa penyebab dan penyelesaiannya biar pihak-ihak yang terkait yang menanganinya. Karena toh kita tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak cukup itu saja, masalah itu pun berimbas pada situs jejaring sosial keluaran Telkomsel, ya jejaring itu bernama MyPulau yang beralamat di www.mypulau.com. Menurut rencananya, situs jejaring MyPulau akan ditutup efektif mulai tanggal 2 Oktober 2012 mendatang. Sungguh disayangkan penutupan ini harus terjadi karena sudah memiliki jutaan member.
Saya sendiri bergabung di MyPulau ini kira-kira akhir Desember 2007 kalau tidak salah. Awal keikutsertaan saya di MyPulau ini dari iseng-iseng browsing di internet dan mungkin kalau tidak salah menemukan MyPulau di websitenya Telkomsel. Susah senang tentu saya alami selama berada di MyPulau besama member pulau yang lainnya. Yang pada akhirnya harus berakhir seperti ini, menyedihkan.
Saya berharap kejadian pailit ini segera diselesaikan agar selanjutnya rencana penutupan yang seyogyanya efektif tanggal 2 Oktober 2012 tidak perlu terjadi.
Label:
browsing,
internet,
jejaring,
jejaring sosial,
MyPulau,
mypulau.com,
pailit,
situs,
situs jejaring,
situs jejaring sosial,
telkomsel,
website,
www.mypulau.com
Kamis, 02 Agustus 2012
Newsleter Simpatizone
Bacaan ringan buat anggota simpatizone khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Dari awal penerbitannya hanya berupa hardcopy dan sekarang juga terbit softcopy. Teman-teman bisa mendownloadnya di halaman download. Teman-temnan silakan juga mengunjungi http://simpatizone.telkomsel.com/web/newsletter dan http://www.telkomsel.com/newsletter.
Newsletter Simpatizone sekarang sudah terbitan yang ke-23
Newsletter Simpatizone sekarang sudah terbitan yang ke-23
![]() |
| Newsletter Simpatizone Edisi 23 |
Langganan:
Postingan (Atom)



