Tampilkan postingan dengan label Demo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 April 2010

Humor 1

- Polisi yang paling keras?
Polisi tidur.

- Angka yang paling berat?
Angkat gajah.

- Apa bedanya gadis zaman dulu dengan zaman sekarang?
Gadis zaman sekarang cantik-cantik sedangkan gadis zaman dulu udah jadi nenek-nenek.

Demo Kenaikan Harga BBM

Hari demi hari harga BBM naik perbarrelnya. Itu tidak dapat disangkal dari kenyataan bahwa persediaan minyak mentah dunia yang semakin menipis. Dan itu dapat diantisipasi dngan berbagai bahan alternative yang dikembangkan oleh individual maupun kelompok.


Kembali ke masalah BBM. Di berbagai Negara dan khususnya di Indonesia harga BBM naik sekitar 30 %. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya banyak gelombang aksi demo menolak kenaikan harga BBM. Demo boleh saja, asal tertib dan damai, tetapi kebanyakan aksi demo tersebut berakhir ricuh yang memaksa aparat kepolisian untuk turun tangan. Dan yang disesalkan adalah adanya kerusakan fasilitas umum dan kemungkinan terjadinya korban luka.


Yang lebih penting lagi adalah orang-orang yang melakukan aksi demo ini biasanya dalam jumlah besar dan membutuhkan banyak kendaraan. Justru kendaraan yang mereka pakai kan memakai BBM, nah kalau bensin atau solar kendaraan mereka habis, bagaimana? Apakah mereka mau beli karena terpaksa atau memang butuh untuk pelaksaan orasi. Kalau beli berarti mereka harus membayar dengan tarif yang berlaku dong tentunya. Dan selanjutnya untuk pengeras suara apakah mereka pakai sound system? Itu juga membutuhkan BBM. Berarti kalau mau berdemo menolak kenaikan harga BBM ya solusi paling baik adalah BERJALAN dari rumah atau kampus atau tempat awal lainnya menuju ke tempat orasi dan pengeras suaranya memakai MEGAPHONE dan tentunya demo itu diusahakan berjalan dengan tertib dan damai.

Insiden Monas 1 Juni 2008

Mengapa insiden monas harus terjadi? Apakah penyebab sebenarnya?

Sebagai oaring awam, kita terutama saya tidak tahu secara persis penyebab insiden monas itu. Tapi, hal-hal yang dikaitkan dengan kejadian tersebut adalah untuk menutupi isu kenaikan harga bbm yang dari hari ke hari harganya semakin tinggi dan yang kedua adalah mengenai ajaran ahmadiyah.

Kalau menurut saya secara pribadi, ahmadiyah ini benar tidak perlu dibubarkan, tetapi dalam hal ini perlu adanya pembinaan warga ahmadiyah yang meyakini bahwa adanya nabi setelah Nabi Muhammad saw. Hal itu perlu diluruskan, karena berdasar kitab suci Al Qur'an dan Hadist menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw adalah nabi yang terakhir. Nah, pembinaan itu tentu saja tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat khususnya masyarakat yang beragama Islam.

Dan mengenai Front Pembela Islam (FPI) yang melakukan tindakan kekerasan terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasab Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas itu sendiri juga tidak perlu dibubarkan. Mengapa? Karena faham dari FPI sudah benar tapi hal yang perlu disesalkan itu adalah tindakan kekerasannya yang meresahkan warga.

Yang aneh dari massa yang menginginkan FPI dibubarkan adalah jelas-jelas ahmadiyah yang dalam masalah ikut berdemo dan yang anehnya lagi adalah ada massa dari Jawa Timur itu adalah para germo dan mucikari. Apa itu tidak salah…..seharusnyalah mereka yang didemo(para mucikari dan germo) dan perlu dibubarkan dan dihukum oleh para penegak hokum.

Dari pihak AKKBB sendiri “yang beragama Islam” dan para pembela ahmadiyah “yang beagama Islam” , apakah merka itu tidak tahu, tidak mengerti, atau tidak mau tahu dan ambil pusing bahwa Islam adalah keyakinan mereka dan mengetahui seluk beluk agama Islam yang salah satunya adalah pengakuan bahwa Nabi Muhammad saw adalah nabi utusan Allah SWT yang terakhir? Apakah merka hanya mementingkan golongan..gengsi dari organisasi yang mengatas namakan kebebasan dan HAM?

Jadi, mari kita dukung SKB dari 3 menteri dengan perlunya penyempurnaan isi-isinya.